Just another WordPress.com site

Kasus cybercrime (judi bola online)

Dua orang pelaku pengelola judi bola online dibekuk aparat Satuan Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Mereka membuat website dari laman situs taruhan dunia. Perputaran uang dalam sehari mencapai puluhan hingga ratusan juta, sebulannya mencapai miliaran rupiah.

Hal tersebut dikatakan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes boy Rafli Amar ketika merilis tangkapan tersebut di Mapolda Metro Jaya. “Kita mengungkap kasus judi online, mereka memasang taruhan skor pertandingan sepakbola piala dunia, ” kata Boy, Rabu, 13/7. Pelaku pemilik dan pengelola judi bola online tersebut dibekuk di Apartemen Mediterania Gajah Mada, Jakarta Barat.

Tersangka terdiri dari tiga orang, dua diantaranya telah tertangkap. Mereka adalah RK, PB , dan RS. RK bertindak selaku pemilik website, PB menjadi pengelola situs judi online yang beralamat di http://www.rumahbola.com dan http://www.maniakbola.comyang kini sudah dihentikan operasionalnya oleh polisi. Sedangkan RS menjadi penghubung antara RK dengan pengelolawebsite yang berada di luar negeri, yang beralamat di http://www.sbobet.com dan http://www.ibcbet.com. RS statusnya masih buron.

“RK, menjadi master agen judi bola disitus http://www.maniakbola.com, dia pemiliknya karena dia yang melakukan deposit awal sebesar Rp20 juta untuk membuat laman judi online tersebut. Peran PB, sebagai operator yang mengatur pendaftar untuk menjadi member,” terang Boy sembari mengatakan bahwa dalam pendaftaran tersebut dikenai tarif Rp500 ribu untuk mendapatkan akses menjadi anggota, setelah memberi deposit Rp500 ribu maka pemain mendapatkan koin senilai 500 koin yang untuk satuannya seharga Rp1000. Sistem judi online bola tersebut menggunakan sistem transfer bank, pendaftaran sampai pemenangnya.

Sementara itu, Kasat Cyber Crime, AKB Tommi Winston Watuliu menuturkan satuannya menggerebek tersangka usai pertandingan final Piala Dunia. “Ini bagian dari cyberpatrol yang kita lakukan, kita bekuk mereka usai pertandingan final Piala Dunia, Senin (12/7) subuh,” ujarnya yang saat itu mendampingi Boy.

Dikatakan Tommi, perputaran uang dalam sehari di laman yang dikelola sejak 2009 tersebut mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, sebulannya dapat mencapai miliaran. “Mereka beromset cukup besar, sehari dari puluhan sampai ratusan juta, jika dihitung dapat mencapai miliaran, tapi masih kita hitung karena mereka sudah setahun beroperasi dan sedang memuncak saat Piala Dunia tahun ini,” jelas Tommi.

Kenapa setelah setahun baru terungkap, Tommi beralasan pelaku kerap berpindah-pindah tempat dan tingkat mobilitasnya tinggi. Selain itu pelaku menggunakan modem berkecepatan tinggi yang memudahkannya mengelola situs tanpa memerlukan banyak orang yang terlibat. Sampai saat ini polisi masih mendalami berapa jumlah member yang ikut dalam situs tersebut dan keuntungannya.

Barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku tujuh buah buku rekening BCA, delapan buah kartu ATM BCA, enam buah noken atau key BCA, dua unit laptop, dua buah modem, tiga unit telepon genggam, dua KTP tersangka RK, dan tiga buah KTP tersangka PB.

Untuk RS, Tommi menduga dia yang menjadi otak dari judi bola online tersebut. “Dia (RS) otaknya, tapi bisa jadi RS ini adalah RK, karena nickname (nama samaran) bisa mengarah ke dia, kita masih mendalaminya,” cetus Tommi.

Pasal yang digunakan adalah Pasal 303 KUHP dan Pasal 27 ayat (2) juo Pasal 45 ayat (1) UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), ancaman hukumannya di atas lima tahun. Para tersangka kini mendekam di Rutan Mapolda Metro Jaya dan masih menjalani pemeriksaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s